BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 13 Januari 2010

Untuk Apa Mempelajari Perkawinan Dua Kelinci???

Kata guru les gue,, mata pelajaran yang menjatuhkan nilai selama ujian akhir beberapa tahun ini adalah BIOLOGI. Ya, biologi, apa susuahnya belajar biologi.......... Oke, belajar biologi emang susah, gue ngaku.

Salah satu hal yang bikin gue garuk-garuk kepala adalah karena..... Gatal.

Nggak, maksud gue, salah satu hal yang bikin gue garuk-garuk kepala adalah pelajaran biologi dengan bab "Pewarisan sifat makhluk hidup.". Ketika M besar dikawinkan dengan L besar, maka akan gametnya akan menjadi, "ML". Atau kucing hitam kurapan kampung dikawinkan dengan kucing putih mulus persia. Gue mikir, mungkin tu kucing persia udah 10 tahun jadi perawan tua, makanya mau dikawinin ama kucing kampung kurapan gitu.

Kadang gue juga nggak ngerti ama cara perkembang biakan hewan, contohnya ayam, buat apa jantan menaiki si betina, dan "Mancotok" kepala si betina dengan paruhnya, apakah sperma si jantan ada di air liurnya ? Apakah ovum si betina ada di kepalanya?

Terus satu lagi, cacing memiliki dua alat kelamin di dua sisi yang berbeda, pertanyaan terbesar gue adalah, "kenapa dia nggak masturbasi sendiri aja?" Pertanyaan itu udah dijawab ama guru gue, yaitu karena "Kematangan kedua sel kelamin itu tidak sama." Nah, Pelajaran terbesar gue yang kedua adalah, "Kalo kelamin jantannya berada di sisi ini, berarti kelamin betinanya berada di sisi satu lagi.


"JADI, DIMANA KEPALANYA??!!" Mikir gue "APAKAH KELAMIN JANTANNYA BERADA DI SEBELAH MULUTNYA, atat SEL KELAMIN BETINANYA BERADA DI MATANYA??!!"

Terus, ada juga hewan yang berkembang dengan cara membelah diri, membelah diri. Tu hewan bukannya mati, malah ngelahirin, merojolnya dimana ??!!

Oke, kembali ke pelajaran biologi tadi. Sekarang ibu guru ngejelasin tentang persilangan dua sifat beda, gue nggak ngerti. SANGAD nggak ngerti. Gue ama bebek punya lebih dari dua sifat beda; bebek ngambekan gue nggak, bebek cemburuan, bebek itu setiap bulan selalu menstruasi, dan bebek itu perempuan, Dan gue nggak. Jadi gue ama bebek bisa kawin nggak ya??!!

Guru biologi gue ngebikin soal tentang perkwinan dua sifat beda itu. Contohnya; Kelinci Hitam berbulu Kasar dikawinkan dengan Kelinci Putih Berbulu Mulus. Gue mengasumsi kalo si kelinci putih mulus itu buta, makanya dia nggak ngeliat tampang asli si hitam kasar. Atau si kelinci hitam kasar itu seekor kelinci pengusaha sukses, yang kaya(k) raya(p). Atau, si kelinci hitam kasar itu seekor kelinci yang kaya(k) raya(p), dan si kelinci putih mulus adalah seekor kelinci yang buta.

Teman sebelah gue yang dari tadi merhatiin--dengan tampang dongoknya--bertanya ama gue, "Eh, sebenernya buat apaan sih kita mempelajari ginian?" Tanya temen gue "Buat apaan mempelajari tentang perkawinan kelinci gini?"

Gue mikir dulu, pertanyaan ini serius, butuh jawaban yang sangat bijak. Dan akhirnya gue ngedapetin 3 jawaban.

"Mungkin kita disuruh jadi pemandu wisata bulan madu pasangan kelinci, atau kita bakal jadi bidannya tu kelinci pas dia lagi ngelahirin anak." Jawab gue, "Atau....."

"Atau apa?" Tanya temen gue, tampang dongoknya udah ganti jadi wajah penuh jerawat. Hmmm wajahnya emang jerawatan sih.

"Atau Kita bakal jadi sutradara pilem bokep, dengan judul ; Perkawinan dua insan kelinci."

"Sarap lo!!!"

Nggak beberapa lama kemudian gue mikir lagi tentang kata-kata yang baru gue ucapin ke temen gue tadi.

"Eh kalo pilem bokep kelinci tadi beneran ada gimana ya?" Tanya gue ama dia.

Dalam pikiran gue tengah berjalan seekor anak paling bodoh, yaitu gue, dan seekor anak lainnya. Si anak yang 1 nanya ma anak yang satu lagi,

"Eh lo udah nontop pilem bokep produksi mana aja?"

Gue bakal jawab "Oh udah dong, produksinya langka banget, bintang bokepnya kelinci hitam kasar dengan kelinci putih halus."

Tu kelinci bakal naik daun, ngalahin kepopuleran Miyabi, dan gue bakal jadi sutradara pilem BOKEP terkaya didunia.

WAHAHAHAHAHAHAHA !!!!!! CITA-CITA YANG MENGAGUMKAN.

Tapi, kemudian gue mikir lagi, gimana caranya kelinci kawin?

Gue emang punya peliharaan kelinci dirumah. Tapi nggak pernah ngeliat tu kelinci kawin. Tar pas paginya, yang gue liat udah ada 6 bayi kelinci dari dua kandang yang berbeda. Nah, karena takut bakal dimakan ama induk jantannya, maka gue mutusin buat ngerawat ni bayi kelinci dikardus dalam rumah aja

Tapi, selang beberapa hari, tu bayi kelinci udah nggak ada, kemana mereka? Bukan ke kamar kecil, bukan ke kandang orang tuanya, bukan main psp di teras depan (emang nggak mungkin banget). Tapi tu bayi semuanya mati dimakan kucing!!!!!!

Gue panik setengah mati, gue nggak mikirin tentang dosa-dosa yang bakal gue terima karena nggak becus ngejaga hewan peliharaan. Tapi yang bikin gue panik setengah mati adalah, "Apa yang harus gue bilang ntar kalo si emak kelinci datang nanyain keadaan anaknya??!!!"

Gue nggak mungkin jawab, "Anak ibuk udah dilariin ama kucing bu, sekarang saya minta maaf. Saya akan mengganti anak ibu, dengan bayi tikus dan uang 50 Juta ini."

Tar yang ada tu kelinci betina malah jawab, "Nggak bisa pak, anak saya nggak bisa di ganti ama anak tikus dan uang 50 juta ini. Saya nggak mau tau pak, anak saya harus kembali. Kalo nggak, saya bakal kaduin bapak ke komnas perlindungan anak!!!!" (Tunggu dulu, kayaknya tu cerita ketuker ama peristiwa penculikan bayi akhir-akhir ini)

Oke, gue masih nggak ngerti apa alasan kita buat mempelajari perkawinan dua kelinci ini. Dan gue sangat butuh jawaban "bodoh" atas pertanyaan tadi.

0 Tempat ngoceh: